Kemendes PDT dan Gubernur Dominggus Mandacan Kolaborasi Bangun 185 Desa di Papua Barat
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto berkomitmen mempercepat pembangunan desa di Papua Barat melalui program desa ekspor, desa wisata, dan program TEKAD di 185 desa.
Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyatakan kesiapannya untuk mengakselerasi pembangunan desa di Provinsi Papua Barat. Langkah ini akan difokuskan pada optimalisasi berbagai program unggulan, salah satunya adalah inisiasi Desa Ekspor melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menteri Desa dan PDT (Mendes PDT), Yandri Susanto, menekankan bahwa saat ini akses pasar global sudah terbuka lebar bagi pemerintahan level desa.
"Sekarang, desa bisa langsung ekspor lewat BUMDes," tegas Mendes Yandri saat menerima audiensi Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Guna merealisasikan target tersebut, Mendes Yandri meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat untuk segera melakukan pemetaan detail terkait potensi komoditas desa yang memiliki nilai jual ekspor. Selain sektor perdagangan, program Desa Wisata juga menjadi pilar penting. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Barat diminta menunjuk satu desa spesifik yang akan dijadikan pilot project atau percontohan pengembangan wisata.
Lebih lanjut, Kemendes PDT mendorong pengembangan desa tematik yang disesuaikan dengan karakteristik lokal. Saat ini, Papua Barat telah menjadi lokus bagi program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
"Papua Barat juga menjadi lokus program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana sebanyak 185 desa," jelas Yandri.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memaparkan sejumlah agenda prioritas yang memerlukan intervensi pusat. Program tersebut mencakup wilayah di tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, hingga 817 kampung.
"Kami programkan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain itu, ada program bidang pendidikan dan kesehatan," ungkap Dominggus.
Selain penguatan ekonomi, Pemprov Papua Barat tengah menyiapkan skema peningkatan kapasitas aparatur desa serta warga lokal. Pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan dan daerah tertinggal juga tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Mendes Yandri menyambut baik usulan tersebut, mengingat program-program yang diajukan selaras dengan 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia yang menjadi pedoman kementerian saat ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


